Rabu, 30 Januari 2013

RICE & EUROGATH 2013

RajaMobil.com, sebuah portal terkemuka di Indonesia untuk jual beli mobil baru dan bekas di tanah air, menggelar sebuah acara, yaitu RajaMobil.com Import Car Exhibition (RICE) di Epiwalk, Rasuna Epicentrum pada tanggal 24-27 Januari 2013. RajaMobil.com pun menggandeng showroom CBU, APM dan dealer seperti Auto2000, Audi, MINI, Ivan’s Motor, The Djakarta Auto, Top Cars hingga Lexus. Dalam ekshibisi ini, juga dipamerkan 32 unit mobil eksotis, seperti Aston Martin Virage, Lamborghini Aventador, Ferrari 458 Italia hingga McLaren MP4-12C.

RICE juga mengajak majalah Eurocars, sebuah majalah untuk pemerhati, pecinta dan komunitas mobil eropa, untuk menggelar acara bertajuk Eurogath 2013. Acara ini bertujuan untuk sebagai wadah silaturahmi beberapa komunitas dan klub mobil Eropa seperti Audi, BMW, Citroen, Fiat, Mercedes-Benz, Peugeot, Renault, Volkswagen dan Volvo.

Tentu saja, Mercedes-Benz Classic Club Indonesia tidak ingin ketinggalan. Berperan serta dalam acara ini, MCCI menurunkan empat perwakilannya, yaitu Mercedes-Benz 180 tahun 1961 (Ponton), Mercedes-Benz 280S tahun 1971 (kebo), Mercedes-Benz 280S tahun 1974 (barong) dan Mercedes-Benz 200 tahun 1970 (mini).
Semoga peran serta MCCI dalam ajang-ajang serupa dapat terus meningkatkan eksistensinya.

MCCI Peduli

Alhamdulillah, acara Mercedes-Benz Classic Club Indonesia (MCCI) tanggal 20 Januari 2013 yang lalu, yaitu Pengukuhan Pengurus Baru 2012-2014 dan Peluncuran Situs Resmi, berlangsung dengan lancar sesuai dengan harapan kami. Acara tersebut memang merupakan perayaan kecil-kecilan untuk kami.

Oleh karena itu sudah sepatutnya kami berusaha berbaginya dengan orang lain. Apalagi, mengingat beberapa waktu yang lalu, ibukota tercinta kita mengalami bencana banjir. Sampai pada hari acara ini digelar pun, banyak masyarakat yang masih menempati posko-posko banjir.

Untuk itu, menyadari bahwa sudah cukup kami bersenang-senang, pada hari yang sama setelah acara selesai, beberapa pengurus dan tamu undangan yang masih berada di tempat sepakat untuk mengunjungi teman-teman kita yang berada di Posko Banjir di Kantor Kecamatan Pancoran.
Di sana kami lihat, kondisinya memang tidaklah nyaman untuk dijadikan tempat tinggal. Namun, kami salut kepada mereka. Mereka nampak tidak ada beban menjalaninya, mereka masih dapat ngobrol,bercanda seperti biasa.
Mungkin kami tidak dapat merasakan apa yang sesungguhnya mereka rasakan. Dan bantuan yang kami berikan mungkin tidak sebanding dengan apa yang mereka alami. Namun, semoga apa yang kami lakukan dapat meringankan sedikit beban mereka. Dan semoga semua ini cepat berlalu, dan Tuhan berikan nikmat sebagai penggantinya. Amin.

Rabu, 23 Januari 2013

MUNAS 2012 MCCI

Pada tanggal 15 Desember 2012, Mercedes-Benz Classic Club Indonesia atau yang disingkat menjadi MCCI mengadakan Musyawarah Nasional, bertempat di Excelssior-sebuah cafe resto di Radio Dalam.

Musyawarah Nasional MCCI ini merupakan salah satu perwujudan para pengurus dan anggota MCCI sendiri dari itikad baik dalam melestarikan sejarah Mercedes-Benz klasik pada umumnya dan mempertahankan eksistensi MCCI.

Mercedes-Benz Classic Club Indonesia adalah sebuah klub yang beranggotakan para pecinta mobil Mercedes-Benz klasik keluaran di bawah tahun 1976. Didirikan pada tanggal 27 Agustus 1999 di Jakarta, oleh bapak Edwin Wirawan dan Iwan Stefanus Setiono di sebagai pendirinya. Salah satu hal yang bisa dibanggakan dari MCCI adalah dengan diakuinya MCCI sebagai klub Mercedes-Benz pertama di Indonesia yang tercatat di Mercedes-Benz Club, Stuggart, Jerman. Hal tersebut bisa terjadi salah satunya karena MCCI memiliki program yang rutin dan terorganisir, serta adanya AD/ART yang jelas.

Dan hasil MUNAS MCCI tanggal 15 Desember 2012 tersebut di atas salah satunya adalah dengan dipilihnya Deni Patriawardhana sebagai presiden MCCI, menggantikan Dharma Adsasmuda. Dan terpilih pulalah pengurus-pengurus baru periode 2012-2014 yang membantu tugas pak Presiden.

Dengan terpilihnya pengurus-pengurus yang baru ini semoga MCCI semakin jaya. Dan khususnya untuk saya, yang dipilih oleh rekan-rekan sebagai Wakil Presiden MCCI, semoga amanah ini menjadi berkah bagi MCCI. Nanti pasti saya akan ceritakan semua kegiatan-kegiatan MCCI.
Atau, supaya tidak hanya membaca cerita saya saja, namun ikut merasakan sendiri kegiatan MCCI, bagaimana jika Anda menjadi anggota MCCI?
Mari yuk bergabung bersama Mercedes-Benz Classic Club Indonesia!

The 2012 Closing Project

Selamat tahun baru!

Well, walau Januari pun sudah hampir berakhir, belum terlambat untuk mengucapkannya dong..
Dan sebelum menjadi terlambat, sudah saatnya nih membayar utang beberapa postingan yang tertunda kemarin.
Postingan cerita-cerita yang mau saya share tersebut justru menjadi kesibukan yang menyebabkan kealpaan menulis di blog ini.

Salah satunya adalah dengan menjadi bagian dari pembuatan video klip sebuah band baru. Inilah, yang dalam bahasa masa kini, menjadi "tutupan megah" akhir tahun 2012.

Adalah " BASS PROJECT ", band yang mengikutsertakan Sewa-Classicku dalam pembuatan debut video klip mereka. Band yang berasal dari Bandung ini muncul dengan gebrakan baru yang menjadi keunikannya. Hadir dengan empat personil pemain bass senior yaitu Hazee, Danny, Ipung dan Budi. Dan ikut bergabung bersama mereka yaitu Sarah sebagai vokalis dan Handy Boen sebagai drummer.

Bass Project dengan genre pop jazz ingin membuktikan bahwa dengan dominasi bass, mereka tetap bisa menciptakan harmonisasi musik yang jika didengar sama dengan pada umumnya.

Pembuatan video klip untuk scene yang menggunakan koleksi kami berlangsung dari pukul 10 malam sampai kurang lebih menjelang subuh. Berpindah-pindah lokasi dari daerah Kemang, SCBD, kemudian daerah S.Parman-Slipi, dan berakhir di daerah Antasari untuk mendapatkan spot-spot yang menarik. Kali ini, Mercedes-Benz 350 SL lah yang menjadi pilihan Julian Kubik, sang sutradara video klip ini, dari Bejo Production. Julian Kubik sendiri sudah cukup lama berkecimpung di bidang ini. Dan pengalaman, kecakapan dan kesabaran menghasilkan banyak penghargaan dan nominasi sebagai "best director" untuknya.



Saat pembuatan video klip ini, sempat terdengar oleh saya lagu "Hanya Dia" dari Bass Project ini. Meski terdengar asing, namun unik dan bisa dinikmati oleh telinga.

Semoga kehadirannya bisa diterima oleh masyarakat sebagai warna dan karakter baru dalam industri tanah air. Dan untuk Bejo Production, semoga ke depan kita bisa terus kerjasama di project-project lain yang tak kalah menariknya ya..!

Silahkan nikmati hasil karya Bejo Production untuk Bass Project berikut!


Senin, 03 Desember 2012

Save The Date 10.11.12

Weddings are very special. Something that should always be remembered.
This is the reason why some couples opt to have a wedding that is very unique.
That's why Sewa-Classicku is hired to complete the wedding.

Henry and Elizabeth, they're one of our favorite couples. They become our fave because they really know what it means to have a vintage wedding.
And they have us not just to have a unique wedding car that in fact people still assume it as a transportation unit. But this couple have us to be a part of their vintage wedding concept.

Holy matrimony was held at Gereja Koinonia.

At first, this church named as Gereja Bethel. This is the first church in East Batavia, established in 1911-1916. All details about the church are described by click this link-> Gereja Koinonia



After that, the bridegroom were planned to have a photosession at Kota Tua. Unfortunately, the plan was cancelled because of one and other reasons. But for us, this is a great idea anyway.

So after the holy matrimony, we went to Batavia Hotel to have a wedding reception at there. Batavia Hotel formerly known as Omni Batavia Hotel. Actually, it isn't an old building. It is built in 1993. But the romantic dutch colonial interior of this distinctive hotel evokes a bygone era.




Every details of this wedding are prepared.


Yes, preparing for a vintage wedding can be lots of fun. Why not have a vintage wedding and capture the beauty of the past?


Selasa, 27 November 2012

What We Bring Back To You

Hey y'all!
How are you doing?
Yup, we're back after the short break at early November.
After our short break, we feel so relaxed and revived.
Can you guess what is our destination?

Vietnam! Yup, South Vietnam to be exact.
Hampir sebagian besar kenalan kami bertanya heran, kenapa kami kesana.
Memangnya ada apa aja disana?
Pasti yang terbersit di pikiran kita semua tentang Vietnam adalah film Rambo, hehehe
Memang sih, jejak-jejak perang Vietnam ini menjadi komoditi pariwisata disana.
Tapi, selain itu, masih banyak kok hal-hal menarik yang bisa ditemui di Vietnam.
Vietnam bisa juga menjadi destinasi honeymoon para newlyweds lho.

So, disini kami akan kasih oleh-oleh berupa ulasan objek wisata yang kami kunjungi selama di sana. But, since this blog, named Sewa-Classicku, jadi yang mau kami bahas adalah objek wisata yang klasik.
Kalau mau tahu lebih lengkap tentang objek wisata lainnya, bisa dicari tahu lewat blog-blog travelling saja ya. Sudah banyak juga kok traveller Indonesia yang kesana, dan mereka bisa menceritakannya lebih lengkap untuk anda.

Well, di Vietnam Selatan ini kami keliling kota Ho Chi Minh ( dulu dikenal sebagai kota Saigon), Dalat (6 jam dari Saigon) dan Mui Ne ( 3 jam dari Saigon). Objek-objek wisata bersejarah lebih banyak ditemukan di kota Saigon. Kebanyakan adalah gedung-gedung kuno yang merupakan bukti adanya kolonialisme Perancis di negeri ini.

Berikut tempat-tempat yang kami kunjungi. Tempat-tempat ini bisa dikunjungi dengan mengikuti city tour dari travel setempat atau menggunakan kendaraan umum berupa bis kota atau taxi, atau bisa juga seperti kami, dengan berjalan kaki santai. Soalnya lokasi tempat-tempat ini cukup berdekatan kok.


Dibangun oleh Pemerintah Perancis pada tahun 1868 (viator.com). Pada saat perang Vietnam, bangunan ini dijatuhi bom sehingga rusak berat. Oleh karena itu Presiden Vietnam Selatan menginstruksikan untuk membangun kembali gedung ini pada tahun 1962-1966 (wikipedia.com). Gedung ini kemudian diberi nama INDEPENDENCE PALACE,dan merupakan istana kepresidenan. Setelah Vietnam bersatu, istana ini diubah namanya menjadi REUNIFICATION PALACE.


Dibuka tahun 1975 (goseasia.about.com), tidak lama setelah perang Vietnam berakhir. Sesuai namanya, isi museum ini adalah jejak-jejak perang saudara Vietnam dan Amerika.
Melihat foto-foto di dalam museum ini, for those of us who lives in peace, seharusnya sangatlah bersyukur.


Di halaman depan museum ini diparkirkan banyak sekali tank, bom dan pesawat-pesawat yang digunakan saat perang. Melihat museum ini, jadi teringat dengan apa yang Indonesia miliki, yaitu Museum Satria Mandala. Apa anda sudah pernah menginjakkan kaki kesana?



Dibangun pada tahun 1886-1891 (wikipedia.com). Sampai kini,kantor pos tersebut masih beroperasi. Jadi jika mampir kesana, kita bisa beli benda-benda pos atau mengirimkan surat yang pastinya sudah lama sekali tidak kita lakukan kan.




Berseberangan dengan Saigon Post Office, terdapat sebuah gereja yang juga memiliki taman mungil yang menarik. Di taman ini dengan latar belakang gereja tersebut, seringkali dijadikan lokasi untuk berfoto dari para pasangan pengantin Vietnam.


Museum ini dulunya merupakan rumah dari saudagar Cina, yang sepertinya merupakan orang terkaya pada saat itu ya. Pada tahun 1987 (sapatravelvietnam.com) bangunan ini dijadikan sebuah museum. Di museum ini tidak ditampilkan jejak-jejak perang vietnam tapi berisi artworks, lukisan-lukisan dan juga benda-benda arkeologi. Oh ya, jika ingin ke museum ini, datanglah pada hari Selasa sampai Minggu, karena hari Senin museum ini tutup.


Nah ini dia pasar tradisional Saigon. Melihat bangunannya, mirip dengan yang kita punya di Jogja ya, Pasar Beringharjo. Kalau mau lebih murah datanglah saat malam. Pada malam hari, barang dagangan dijajakan di sekitar halaman luar pasar ini. Disini juga dijajakan makanan-makanan. Jangan lupa menawar. Waktu itu kami ketemu penjual yang bisa menggunakan "bahasa".


Untuk tour ke Chu Chi Tunnel, kita menggunakan jasa travel setempat. Karena letaknya agak keluar dari kota Saigon, berjarak sekitar 1,5 jam. Lokasinya berupa hutan dimana banyak sekali terowongan-terowongan tempat para warga Chu Chi ini membuat senjata, jebakan dan bertahan hidup pada masa perang. Ya, mereka juga tidur, makan, masak di dalam terowongan bawah tanah. Untuk turis, terowongan tersebut sudah diperlebar. Walaupun begitu, saya yang bukan seorang Claustrophobic saja, hanya sebentar berada di dalam terowongan ini, sudah cukup merasa agak ngeri. Hal ini mungkin karena kurangnya penerangan dan oksigen. Saat tur menyusuri hutan, serasa seperti perang sungguhan, dengan terdengarnya bunyi-bunyi senjata ditembakkan. Suara-suara tembakan tersebut sebenarnya berasal dari shooting range, dimana para pengunjung tur dapat membayar untuk pengalaman menembakkan senjata yang digunakan saat perang Vietnam ini.


Dibangun sekitar tahun 1898-1908 (wikipedia.com) oleh kolonial Perancis dan diberi nama awalnya sebagai TOWN HALL sampai tahun 1954. Setelah itu diubah namanya menjadi CITY HALL of SAIGON sampai tahun 1975. Dari tahun 1975 sampai kini, gedung ini bernama People's Comitte Building. Gedung ini masih menjadi gedung pemerintahan, sehingga kita tidak bisa masuk ke dalamnya. Namun, terutama di malam hari, gedung ini tampak cantik dan bisa menjadi objek foto yang indah sekali.


Cantik sekali ya gedung ini. Lagi-lagi gedung ini menandakan adanya kolonialisme Perancis di negeri Vietnam. Dibangun tahun 1897 (wikipedia.com) dan memang diperuntukkan sebagai tempat pertujukan opera. Kini, gedung inipun masih digunakan untuk pertunjukkan drama, balet, opera dan sebagainya. Kalau hanya untuk melihat-lihat gedung ini tidak ditarik biaya.


Hotel ini merupakan hotel mewah pertama yang dimiliki kota Saigon. Namun awalnya, (wikipedia.com) bangunan yang dibangun tahun 1927 oleh seorang Perancis ini merupakan autodealers. Pada tahun 1959-1975 bangunan ini direnovasi menjadi Rex Complex Hotel yang terdapat juga di dalamnya bioskop, cafetaria, perpustakaan, dan dance hall. Kini hotel bintang 5 ini diambil alih oleh Dinas Pariwisata kota Ho Chi Minh.

Melihat gedung-gedung kuno ini lagi-lagi menjadi teringat dengan yang kita miliki sendiri, yaitu Kota Tua. Banyak lho gedung-gedung di Kota Tua kita yang tidak kalah cantiknya. Harusnya tidak hanya Museum Fatahillah saja yang menjadi daya tarik. Gedung-gedung tua lainnya juga harusnya diperbaiki, dipercantik dan dimanfaatkan. Gedung-gedung tua yang sudah dimanfaatkan menjadi museum harusnya juga dikemas menjadi lebih menarik lagi.

Lihat deh foto-foto di bawah ini. Banyak gedung-gedung kuno di kota Saigon ini dipercantik dan dikembangkan. Ada yang menjadi pusat perbelanjaan sehingga terasa sedikit modernnya.



Atau dijadikan cafe-cafe cantik di tepi jalan seperti tempo dulu. Jadi terasa sekali komplex kota tua yang cantik, bukan kota tua yang terbengkalai.


Perlu adanya kerja sama dari pemerintah dan pihak swasta untuk menciptakan konsep ini. Selain itu, kita sebagai masyarakat juga perlu menanamkan cinta kepada budaya dan sejarah. Yang tua dan kuno bukan berarti tidak bisa dinikmati.

Ingatlah akan pepatah berikut, "Bangsa yang besar adalah bangsa yang mencintai dan menghargai sejarah atau budaya bangsanya sendiri"





Senin, 29 Oktober 2012

At The Beginning With You

Do you remember the beginning of your relationship? This lovely couple, Ridho and Putri, want to memorize the beginning of their relationship by take some prewedding pictures at Universitas Indonesia. Both of them majored in accounting at this university.




We were treated with a really good looking couple, surrounded by the fresh green woods and the wind breezed, also many people who do the sunday afternoon activities at the oldest tertiary level educational institution in Indonesia. Those people give a great appreciation of the Alpha Romeo.



Not to forget, our little fans here. Look their pose.
No doubt, they are our Indonesia's Next Top Models :)

Photos above are taken by Mario Handrikovaro, only for sewa-classicku property.